
Otomasi, API & integrasi terkelola
Bangun sistem.
Bukan kerja manual.
Operasional manual yang rapuh kami ubah jadi sistem yang bisa kamu pantau, perbaiki, dan miliki.
Chat via WhatsAppBawa satu alur kerja yang sering bermasalah.
Dari manual jadi terhubung.
Contoh tampilan
Di mana kerja terputus
antar aplikasi.
Kebanyakan tim tidak butuh software baru. Mereka butuh aplikasi yang sudah dibayar bisa saling mengoper pekerjaan, tanpa ada orang di tengah yang memindahkannya secara manual.
Kerja tersebar di lima aplikasi.Perpindahan antar aplikasi dilakukan orang yang menyalin data satu per satu, dan orang itu jadi bottleneck sekaligus titik gagal tunggal.
Kegagalan berjalan diam-diam.Tidak ada yang crash. Satu langkah berhenti begitu saja, dan yang pertama sadar adalah pelanggan yang pesanannya tidak sampai.
Hanya satu orang yang paham.Dibangun cepat, tidak pernah didokumentasikan, dan orang yang membangunnya sudah pindah mengerjakan hal lain.
Proses yang tidak terlihat adalah proses yang tidak bisa diperbaiki.
API Indonesia berjalan di production.
API Indonesia milik kami. Kami yang merancang, membangun, dan mengoperasikannya. Semua yang ada di sini bisa kamu cek langsung di situsnya, tanpa perlu percaya kata kami.
Angka di atas berasal dari produk yang berjalan. Volume request dan uptime dilaporkan langsung di API Indonesia, bukan di sini.
Yang benar-benar kami bangun.
Satu sistem.
Setiap handoff.
Dari workflow pertama yang berantakan sampai jalur pemulihan, kami bangun bagian-bagian yang membuat tim kamu bisa memantau, memperbaiki, dan memiliki sistemnya.
Lihat operasionalnya sebelum mengubahnya.
Kami telusuri workflow yang sebenarnya, setiap aplikasi yang disentuh, setiap pengecualian yang ditangani manual, dan setiap titik yang bisa gagal diam-diam.
Biaya kerja manual selama 12 bulan.
Satu sore yang dihemat itu berguna. Keuntungan yang lebih besar muncul di bulan kedua belas, saat volume naik dan proses manual masih butuh orang kedua.
Asumsi model: 40 item per hari kerja, 22 hari kerja per bulan, empat menit perhatian manusia per item, pertumbuhan enam persen per bulan, dan tiga persen item masih butuh orang setelah dirutekan. Ini bukan angka klien. Bawa angka kamu ke fit check dan kami jalankan hitungan yang sama dengan data nyata.
Dipimpin founder dari scope sampai serah terima.
khaisa.studio memang sengaja kecil. Orang yang menyusun scope proyek kamu adalah orang yang membangunnya, menulis dokumentasinya, dan membalas pesan saat sesuatu rusak di jam yang tidak enak.
Struktur ini membatasi jumlah proyek yang kami ambil dalam satu waktu. Keputusan tetap dekat dengan pekerjaan, dan kecocokan terlihat sejak awal.
Scope yang jelas dimulai dari kecocokan yang jelas.
Studio kecil bekerja paling baik dengan kondisi yang tepat. Ini proyek yang bisa kami tangani dengan baik.
Cocok
- Pekerjaan penting tersebar di beberapa tool dan ada orang yang memindahkannya manual
- Workflow sudah ada tapi gagal diam-diam dan tidak ada yang tahu seberapa sering
- Kamu punya data atau endpoint yang butuh key, kuota, billing, atau dokumentasi
- Setahun lagi masih ada orang yang bertanggung jawab atas sistem ini
Tidak cocok
- Skrip sekali pakai yang tidak ada pemiliknya setelah diserahkan
- Akses ke layanan pihak ketiga yang tidak diizinkan penyedianya
- Apa pun yang perlu melewati aturan penyedia atau mengakali rate limit
- Bangun semuanya sekaligus, tanpa discovery dan tanpa scope